Bercanda sudah menjadi hal yang biasa yang dilakukan orang, seperti yang pernah dilakukan ole Rasulullah SAW yang sering mengajak istri dan sahabatnya bercanda dan bersenda gurau untuk mengambil hati serta membuat mereka gembira. Namun canda beliau tidak berlebihan, tetap ada batasnya.
Berkaitan dengan hal itu, Islam telah memberikan tuntunan tentang adab bercanda, yaitu :
1. Meluruskan tujuan bercanda, yaitu menghilangkan kepenatan, rasa bosan dan lesu, serta menyegarkan
suasana dengan canda yang diperbolehkan.
2. Tidak melewati batas.
3. Tidak bercanda dengan orang yang tidak suka bercanda.
4. Tidak bercanda dalam perkara-perkara yang serius, seperti dalam majelis penguasa, majelis ilmu dan lain-
lain.
5. Hindari bercanda yang dilarang Allah Azza Wa Jalla seperti menakuti-nakuti orang lain, berdusta saat
bercanda, melecehkan orang lain dan memfitnah dengan bercanda.
6. Hindari bercanda dengan hal-hal yang buruk.
7. Tidak banyak tertawa, Nabi telah mengingatkan agar tidak banyak tertawa, "janganlah kalian banyak
tertawa. Sesungguhnya banyak tertawa dapat mematikan hati." ( Riwayat Ibnu Majah ).
8. Bercanda dengan orang-orang yang membutuhkan.
9. Jangan melecehkan syiar-syiar agama dalam bercanda. Misalnya celotehan dan guyonan parapelawak yang
mempermainkansimbol-simbol agama, ayat-ayat al-Qur'an dan syiar-syiarnya. Perbuatan ini dapat
menjatuhkan pelakunya dalam kemunafikan dan kekufuran.
Demikianlah mengenai batasan-batasan bercanda yang diperbolehkan dalam Islam, semoga kita terhindar dari bercanda yang berlebihan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar