Hari ini....Jum'at, kembali aku melaksanakan tugasku sebagai seorang pendidik di sekolah ini...
tapi apa yang kurasakan, hanya perilaku anak didik yang terkadang tidak ada perubahan. Pagi-pagi datang kesekolah, karena terlambat, akhirnya melompat tembok.... katanya takut dihukum oleh guru piket.
Nah... terkadang hambar kurasakan hari-hariku....
Apakah ini yang dinamakan " B o s a n "
Aku memang selalu berharap, bahwa semua ini cepat berlalu... seiring bergantinya waktu yang kurasakan....
Anak-anakku.....
lakukanlah perubahan terhadap perilakumu...
kelak kamu akan merasakan apa yang telah kamu lakukan,
ibarat pepatah mengatakan >>> : "apa yang kau tanam maka itulah hasil yang kau petik"
Ya ALLAH..... beri aku petunjuk-MU... agar aku tetap semangat menjalani tugas beratku.... AMIIIN..
Mengenai Saya
- ida
- Gunung Sitoli, Sumatera Utara, Indonesia
- Saya orangnya Mudah bergaul, Mudah senyum dan selalu ingin berkembang dalam hal-hal yang positif, tapi agak sedikit sensitif lho.
Kamis, 17 Februari 2011
Rabu, 16 Februari 2011
Adab Bercanda
Bercanda sudah menjadi hal yang biasa yang dilakukan orang, seperti yang pernah dilakukan ole Rasulullah SAW yang sering mengajak istri dan sahabatnya bercanda dan bersenda gurau untuk mengambil hati serta membuat mereka gembira. Namun canda beliau tidak berlebihan, tetap ada batasnya.
Berkaitan dengan hal itu, Islam telah memberikan tuntunan tentang adab bercanda, yaitu :
1. Meluruskan tujuan bercanda, yaitu menghilangkan kepenatan, rasa bosan dan lesu, serta menyegarkan
suasana dengan canda yang diperbolehkan.
2. Tidak melewati batas.
3. Tidak bercanda dengan orang yang tidak suka bercanda.
4. Tidak bercanda dalam perkara-perkara yang serius, seperti dalam majelis penguasa, majelis ilmu dan lain-
lain.
5. Hindari bercanda yang dilarang Allah Azza Wa Jalla seperti menakuti-nakuti orang lain, berdusta saat
bercanda, melecehkan orang lain dan memfitnah dengan bercanda.
6. Hindari bercanda dengan hal-hal yang buruk.
7. Tidak banyak tertawa, Nabi telah mengingatkan agar tidak banyak tertawa, "janganlah kalian banyak
tertawa. Sesungguhnya banyak tertawa dapat mematikan hati." ( Riwayat Ibnu Majah ).
8. Bercanda dengan orang-orang yang membutuhkan.
9. Jangan melecehkan syiar-syiar agama dalam bercanda. Misalnya celotehan dan guyonan parapelawak yang
mempermainkansimbol-simbol agama, ayat-ayat al-Qur'an dan syiar-syiarnya. Perbuatan ini dapat
menjatuhkan pelakunya dalam kemunafikan dan kekufuran.
Demikianlah mengenai batasan-batasan bercanda yang diperbolehkan dalam Islam, semoga kita terhindar dari bercanda yang berlebihan.
Berkaitan dengan hal itu, Islam telah memberikan tuntunan tentang adab bercanda, yaitu :
1. Meluruskan tujuan bercanda, yaitu menghilangkan kepenatan, rasa bosan dan lesu, serta menyegarkan
suasana dengan canda yang diperbolehkan.
2. Tidak melewati batas.
3. Tidak bercanda dengan orang yang tidak suka bercanda.
4. Tidak bercanda dalam perkara-perkara yang serius, seperti dalam majelis penguasa, majelis ilmu dan lain-
lain.
5. Hindari bercanda yang dilarang Allah Azza Wa Jalla seperti menakuti-nakuti orang lain, berdusta saat
bercanda, melecehkan orang lain dan memfitnah dengan bercanda.
6. Hindari bercanda dengan hal-hal yang buruk.
7. Tidak banyak tertawa, Nabi telah mengingatkan agar tidak banyak tertawa, "janganlah kalian banyak
tertawa. Sesungguhnya banyak tertawa dapat mematikan hati." ( Riwayat Ibnu Majah ).
8. Bercanda dengan orang-orang yang membutuhkan.
9. Jangan melecehkan syiar-syiar agama dalam bercanda. Misalnya celotehan dan guyonan parapelawak yang
mempermainkansimbol-simbol agama, ayat-ayat al-Qur'an dan syiar-syiarnya. Perbuatan ini dapat
menjatuhkan pelakunya dalam kemunafikan dan kekufuran.
Demikianlah mengenai batasan-batasan bercanda yang diperbolehkan dalam Islam, semoga kita terhindar dari bercanda yang berlebihan.
Langganan:
Postingan (Atom)